KURANGNYA PEMANFAATAN PARIWISATA DI DAERAH JAMBI

 

KURANGNYA PEMANFAATAN PARIWISATA DI DAERAH JAMBI

OLEH : BAGAS PANGESTU

NIM : 190710192

UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA

  

 

Kota Jambi adalah sebuah kota di Indonesia sekaligus merupakan Ibu Kota Provinsi Jambi, Indonesia. Kota Jambi dibelah oleh sungai yang bernama Batanghari, kedua kawasan tersebut terhubung oleh jembatan yang bernama jembatan Aur Duri. Dengan Luas: 205,4 km², Jumlah penduduk: 531.857 (2010) Perserikatan Bangsa-Bangsa

Cuaca: 25 °C, Angin arah Tenggara dengan kecepatan 3 km/h, Kelembapan 90%.

   Nah disini saya akan menjelaskan tentang potensi pariwisata di jambi terutama di daerah saya sendiri. Bertepatan di kabupaten bungo dan tebo. Untuk wisata di tebo mungkin sangat sulit di temui jadi saya memilih yang di kabupaten bungo. Kabupaten bungo sendiriadalah salah satu kabupaten di Provinsi Jambi, Indonesia. Kabupaten ini berasal dari hasil pemekaran Kabupaten Bungo Tebo pada tanggal 12 Oktober 1999. Luas wilayahnya 4.659 km² (9,80% dari luas Provinsi Jambi) dengan populasi 303.135 jiwa (Sensus Penduduk Tahun 2010).[4]

   Kabupaten ini beribu kota di Muara Bungo. Sebelumnya merupakan pemekaran dari Kabupaten Bungo Tebo. Kabupaten ini terdiri dari 17 kecamatan. Kabupaten ini memiliki kekayaan alam yang melimpah di antaranya sektor perkebunan yang ditopang oleh karet dan kelapa sawit dan sektor pertambangan ditopang oleh batubara. Selain itu Kabupaten Bungo juga kaya akan emas yang tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bungo.

  Karena banyaknya alam yang masih asri di kabupaten bungo, saya akan menunjukkan tempat yang saya rasa belum di kenal masyarakat luas pada umumnya. Ini bertepatan di dusun bukit telago kec, pelepat, muara bungo, jambi. Ini adalah sebuah bukit yang berada di sebuah dusun yang lumayan jauh dari perkotaan muara bungo. Kalian harus memasuki jalan berbatuan maupun perkampungan warga guna sampai disana. Sesampainya di sana kalian akan langsung di suguhkan pemandangan sungai yang masih terjaga dan jalan masuk menuju bukit. Untuk menikmati awan di sana, anda harus meninggalkan kendaraan anda di bawah dengan di jaga oleh warga. Persiapkan lah peralatan selayaknya mendaki gunung, seperti tenda, tikar, stok makanan dll.

  Memang jalannya tak securam menaiki gunung, tapi anda juga akan merasakan sensasi seperti mendaki gunung pada layaknya dengan jarak ketinggian yang lebih minim. Sesampainya di atas anda akan di suguhkan sebuah jembatan kecil untuk berfoto dan papan nama bukit telago dan beberapa properti pelengkap dan penghias lainnya.

   Ini adalah tempat yang menurut saya rekomended untuk di kunjungi bagi wisatawan, dan saya berharap jambi juga bisa menjadi wadah icon wisata seperti bali dan jogja. Semoga para pemerintah daerah memperhatikan sebuah wisata ini yang dapat menambah penghasilan warga sekitan dan memperkenalkan bahwa kabupaten bungo juga punya tempat yang indah.

   Pada sore maupun pagi hari kalian akan di suguhkan sunset dan sunrise awan yang begitu menakjubkan jika cuacanya sangat mendukung. Anda dapat mengabadikan momen tersebut untuk berfoto layaknya anda sedang mendaki gunung. Jika ingin mengetahui hal lebih lanjut tentang wisata ini anda bisa memfollow akun instagram @bukittelago disitu anda akan bisa berbincang dengan adminnya sendiri.

   Selain keuntungan ekonomi yang bertambah, masyarakat juga bisa memperkenalkan kebudayaan asli mereka ke dunia luar dan makin di kenal banyak orang. Namun disisi lain pasti ada juga sisi negative hal tersebut, pemerintah mau tidak mau harus melakukan perbaikan jalan dan akses keluar masuk bukit tersebut agar mudah dan di datangi banyak orang. Pariwisata bukan merupakan tanggung jawab pemerintah saja, namun juga merupakan tanggung jawab bersama, sehingga masyarakat saat ini, tak terkecuali orang muda atau remaja, diharapkan dapat ikut berpartisipasi dalam mengembangkan kepariwisataan di Indonesia

    Jadi pariwisata memang merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian daerah. Pariwisata sangat terikat dengan kehidupan manusia, sehingga pariwisata memiliki dampak positif maupun negatif di segala aspek kehidupan masyarakat seperti pada aspek ekonomi, sosial, lingkungan dan lain-lain. Maka dari itu, pemerintah daerah diharapkan dapat membangun atau mengembangkan pariwisata Daerah Kabupaten Bungo  secara merata dengan cara membangun infrastruktur dan prasarana atau objek yang dapat menjadi daya tarik wisatawan. Pemerintah juga dapat membuat program-program seperti paket wisata, studi banding objek wisata dan lain-lain guna mendukung potensi-potensi pariwisata di daerah. Pariwisata merupakan tanggung jawab bersama maka masyarakat juga harus lebih peduli dan aktif terhadap perkembangan pariwisata di Daerah Kabupaten Bungo Khususnya orang muda, dengan kemajuan teknologi dan perkembangan jaman seperti saat ini, kita diharapkan mampu membungkus potensi-potensi wisata daerah dengan lebih unik dan kreatif.  Sudah merupakan hak dan kewajiban pemerintah daerah serta masyarakat untuk dapat menjadi wadah yang dapat menampung, merawat serta mengembangkan pariwisata daerah demi terwujudnya Indonesia yang lebih baik. Diharapkan dengan media ini, pembelajaran ekonomi dapat dikemas menjadi lebih baik sehingga semakin menarik kepedulian masyarakat luas, khususnya terhadap pariwisata di Daerah Kabupaten Bungo. Dari pariwisata untuk perekonomian Indonesia.

Komentar